Label

TEKS BERJALAN

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA SALAMAKKI' KI PADA SALAMA'

Rabu, 01 Mei 2013

Seni Rupa Prasejarah


SENI RUPA PRASEJARAH INDONESIA

Zaman prasejarah (Prehistory) adalah zaman sebelum ditemukan sumber – sumber atau dokumen – dokumen tertulis mengenai kehidupan manusia. Latar belakang kebudayaannya berasal dari kebudayaan Indonesia yang disebarkan oleh bangsa Melayu Tua dan Melayu Muda. Agama asli pada waktu itu animisme dan dinamisme yang melahirkan bentuk kesenian sebagai media upacara (bersifat simbolisme) zaman prasejarah Indonesia terbagi atas: zaman Batu dan zaman Logam.
1.                          Seni Rupa Zaman Batu

Jaman batu terbagi lagi menjadi: zaman batu tua (Palaeolithikum), zaman batu menengah (Mesolithikum), zaman batu muda (Neolithikum), kemudian berkembang kesenian dari batu di zaman logam disebut zaman megalithikum (Batu Besar).
Peninggalan – peninggalannya yaitu:

a)      Seni Bangunan

Manusia phaleolithikum belum memiliki tempat tinggal tetap, mereka hidup mengembara (nomaden) dan berburu atau mengumpulkan makanan (food gathering) tanda – tanda adanya karya seni rupa dimulai dari zaman Mesolithikum. Mereka sudah memiliki tempat tinggal di goa – goa. Seperti goa yang ditemukan di di Sulawesi Selatan dan Irian Jaya. Juga berupa rumah – rumah panggung di tepi pantai, dengan bukti – bukti seperti yang ditemukan di pantai Sumatera Timur berupa bukit – bukit kerang (Klokkenmodinger) sebagai sisa – sisa sampah dapur para nelayan
Kemudian zaman Neolithikum, manusia sudah bisa bercocok tanah dan berternak (food producting) serta bertempat tinggal tinggal di rumah – rumah kayu / bambu
Pada zaman megalithikum banyak menghasilkan bangunan – bangunan dari batu yang berukuran besar untuk keperluan upacara agama, seperti punden, dolmen, sarkofaq, meja batu dll.

b)       Seni Patung

Seni patung berkembang pada zaman Neolithikum, berupa patung – patung nenek moyang dan patung penolak bala, bergaya non realistis, terbuat dari kayu atau batu. Kemudian zaman megalithikum banyak ditemukan patung – patung berukuran besar bergaya statis monumental dan dinamis piktural.
c)      Seni Lukis

Dari zaman Mesolithikum ditemukan lukisan – lukisan yang dibuat pada dinding gua seperti lukisan goa di Sulawesi Selatan dan Pantai Selatan Irian Jaya. Tujuan lukisan untuk keperluan magis dan ritual, seperti adegang perburuan binatang lambang nenek moyang dan cap jari. Kemudian pada zaman neolithikum dan megalithikum, lukisan diterapkan pada bangunan – bangunan dan benda – benda kerajinan sebagai hiasan ornamentik (motif geometris atau motif perlambang).

*      Zaman Batu Tua (Paleolitikum)

Berdasarkan temuan geologis, arkeologis, dan paleontologis, zaman batu tua diperkirakan berlangsung selama 600.000 tahun.Selama kurung waktu tersebut manusia hanya menggunakan alat-alat yang paling dekat dengan lingkungan hidup mereka seperti kayu, bambu, dan batu.Mereka menggunakan batu yang masih kasar untuk berburu binatang.Pada saat itu batu juga berfungsi sebagai kapak yang digenggam untuk memotong kayu atau membunuh binatang buruan.
Kehidupan sosial zaman ini masih nomaden atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.Kepindahan mereka bergantung pada daya dukung alam berupa tersedianya bahan makanan, terutama binatang buruan.Jika binatang buruan dan bahan makanan yang diambil dari hutan sudah habis, mereka akan mencari dan berpindah ke tempat yang lebih subur.Begitu seterusnya.
Jadi inti kegiatan hidup sehari-hari mereka adalah mengumpulkan bahan makanan dari alam untuk dikomsumsi saat itu.Kegiatan seperti itu disebut peradaban food gathering atau pengumpul makanan tahap awal.

*      Zaman Batu Tengah (Mezolitikum)

Ciri utama peradaban zaman ini adalah manusianya telah bertempat tinggal tetap.Para ahli ilmu purbakala menyebutkan bahwa zaman ini berlagsung kurang lebih 20.000 tahun silam dan dianggap sebagai perkembangan”yang lebih cepat” daripada zaman batu tua.Manusia pendukung zaman ini juga bertempat tinggal di gua yang disebut peradaban abris sous roche.
Ciri utama kehidupan zaman ini adalah peninggalan sampah dapur yang menurut penemunya disebut kjokkenmoddinger.Peradaban ini ditemukan disepanjang pantai timur Sumatera, dari Aceh sampai Sumatera bagian Tengah.Disepanjang pantai tersebut ditemukan tumpukan sampah berupa kulit siput dan kerang.Diduga sampah tersebut dibuang dari tempat tinggal mereka dari generasi yang satu ke generasi yang lain sehingga menumpuk.Mereka melakukannya di tempat yang sama karena mereka telah bertempat tingal menetap.Tumpukan sampah itulah yang disebut kjokkenmoddinger.
Dari tempat sampah dapur tersebut ditemukan juga kapak genggam yang disebut pebble.Mereka juga menggunakan batu pipih dan batu landasan untuk menggiling makanan serta membuat cat yang diperkirakan ada kaitannya dengan kepercayaan mereka.Mereka menggunakan batu yang lebih halus serta panah ergigi yang terbuat dari tulang-tulang hewan untuk berburu binatang.Dari temuan gambar Babi Hutan di Gua Leang-Leang, Sulawesi Selatan yang umurnya sekitar 4000 tahun, diperkirakan bahwa binatang uruan mereka adalah Babi Hutan.Di Gua, mereka juga telah mengenal Seni yang berkaitan dengan kepercayaan mereka, seperti tergambar dari lukisan tangan berwarna merah pada dinding gua tersebut.

*      Zaman Batu Muda (Neolitikum)

Ciri utama zaman batu muda adalah manusia telah menghasilkan makanan atau menjadi pendukung peradaban food producing.menurut Dr.R.Soekmono, ahli arkeologi Indonesia, perubahan dari food gathering ke food producing merupakan satu revolusi karena terjadi perubahan yang cukup mendasar dari tradisi pengumpul makanan menjadi pembuat makanan.Oleh sebab itu, zaman ini dianggap zaman peradaban Indonesia sekarang.
Batu yang mereka gunakan untuk mempermudah hidup sehari-hari telah diasah sehingga terciptalah kapak persegi dan kapak lonjong.Terbentuknya kepandaian mengasah batu menjadi kapak dalam berbagai bentuk tersebut merupakan suatu proses evolusi.Berkembangnya kemampuan berpikir serta tuntutan hidup sehari-hari mempengaruhi terbentuknya gagasan dan tradisi mengasah batu.
Manusia pendukung peradaban ini sudah sudah bertempat tinggal menetap, bercocok tanam, beternak, mengembangkan perikanan atau dengan kata lain telah mengembangkan kebudayaan agraris walaupun dalam tingkatan yang masih sangat sederhana.Mereka juga telah mampu membuat tempat tinggal yang permanen, membuat kerajinan, membuat aturan hidup bersama dalam satu komunitas, misalnya untuk pembagian kerja, dan memiliki kepercayaan terhadap arwah orang yang pertama kali mengembangkan kampung tempat tinggal mereka.

*      Zaman Batu Besar (Megalitikum)

Ciri terpenting pada zaman ini adalah manusia pendukungnya telah menciptakan bangunan-bangunan besar yang terbuat dari batu.Bangunan-bangunan yang berkaitan dengan sistem kepercayaan mareka diantaranya menhir, dolmen, sarkopagus (keranda), kubur batu, punden berundak, dan Arca.
Masyarakat pendukung peradaban zaman batu percaya kepada nenek moyang yang pertama kali mendirikan kampung tempat tinggal mereka.Untuk menghormati para nenek moyang tersebut mereka mendirikan menhir yang berupa tiang atau tugu.pada umumnya mereka pun memberikan sesajen pada arwah nenek moyang tersebut sehingga mereka mendirikan dolmen atau meja batu yang juga berfungsi sebagai penutup sarkofagus (tempat menyimpan mayat).Keranda atau peti mati tersebut ada yang berbentuk seperti lesung yang terbuat dari batu.
Pemujaan terhadap arwah nenek juga dilakukan pada punden berundak-undak atau bangunan tumpukan batu yang bertingkat.Mereka juga membangun arca nenek moyangnya dengan maksud yang sama.Bangunan-bangunan Megalitikum banyak ditemukan di dataran tinggi Pasemah, Sumatera Selatan.

2.                          Seni Rupa zaman Logam 

         Zaman logam di Indonesia dikenal sebagai zaman perunggu, Karena banyak ditemukan benda – benda kerajinan dari bahan perunggu seperti ganderang, kapak, bejana, patung dan perhiasan, karya seni tersebut dibuat dengan teknik mengecor (mencetak) yang dikenal dengan 2 teknik mencetak:
1) Bivalve, ialah teknik mengecor yang bisaa di ualng berulang
2) Acire Perdue, ialah teknim mengecor yang hanya satu kali pakai (tidak bisa diulang).

        Setelah melewati tahapan zaman batu terakhir, yaitu zaman batu besar mpailah (megalithikum) sampailah manusia prasejarah Indonesia pada zaman logam.Alat-alat yang terbuat dari batu dianggap tidak efektif (sesuai dengan harapan) lagi, untuk menunjang kehidupan sehari hari secara bertahap ditinggalkan.
        Timbulnya kemampuan membuat alat-alat dari logam merupakan kemajuan.Untuk melebur bijih besi menjadi lempengan besi, diperlukan teknologi baru.Begitu juga dengan lempengan besi menjadi kapak, alat pertanian, seperti mata bajak pun memerlukan pengetahuan.Peradaban zaman ini menghasilkan kapak corong, Candrasa (kapak corong yang salah satu sisinya panjang), nekara berukir yang berfungsi sebagai dandang dan alat upacara, nekara yang tinggi panjang (moko) serta alat-alat pertanian dan perhiasan.
        Melalui proses evolusi, peradaban prasejarah Indonesia mengenal zaman logam, suatu zaman yang lebih maju dibandingkan dengan zaman batu.Dengan peralatan logam, kehidupan bisa berjalan lebih baik, usaha pertanian bisa lebih produktif (memberi hasil).seni yang diciptakan bisa lebih Indah serta perdagangan berjalan dengan cepat dan ramai.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar